UNY Siap Memimpin Pendidikan Karakter
UNY memiliki komitmen untuk melaksanakan dan mengawal pembentukan karakter bangsa Indonesia. Hal itu sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diemban sebagai lembaga penghasil tenaga pendidik dan kependidikan untuk semua jenjang pendidikan dan tenaga nonkependidikan dalam berbagai bidang kehidupan. Berikut ini butir-butir pemikiran Rektor UNY, Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A. tentang tekad UNY membangun insan berkarakter dan bermatabat.
Butir-butir pemikiran ini dapat dijadikan sebagai salah satu bahan pemikiran awal dan pemicu diskusi sehubungan dengan pelaksanaan Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia ke-7 (KONASPI VII). Harapannya, kegiatan KONASPI VII menghasilkan deklarasi “Dari Jogja untuk Indonesia”, utamanya berkenaan dengan penyiapan generasi emas sebagai penanda seabad usia kemerdekaan pada tahun 2045 nanti.
Tekad kuat UNY terhadap pendidikan karakter dengan pertimbangan bahwa pembangunan karakter dalam dunia pendidikan masih menjadi tema pokok yang rutin dikaji dan ditelaah. Pendidikan karakter merupakan pekerjaan bersama antara lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Tetapi lembaga pendidikan tetap berada didepan sebagai leader, sedangkan indikator kesuksesan pendidikan karakter adalah saat peserta didik mampu menjadi insan yang solutif menyelesaikan persoalan hidup secara mandiri, menjadi manusia yang independen, dan bersedia belajar semua hidup.
Pendekatan pendidikan karakter yang digunakan UNY bersifat komprehensif. Dalam arti bahwa pendekatan pendidikan karakter yang digunakan UNY bersifat komprehensif dalam antrian nilai-nilai yang dikembangkan cukup luas, yang ditemukan secara kolektif oleh semua komponen perguruan tinggi, yaitu pimpinan, dosen, pegawai administrasi, dan mahasiswa. Kemudian, semua komponen perguruan tinggi bersinergi dengan orang tua dan pemuka masyarakat, bertanggung jawab atas terselenggaranya pendidikan karakter dan pembangunan kultur. Lalu, metode yang digunakan meliputi dua metode tradisional, yakni inkulkasi dan keteladanan, serta dua metode kontemporer yaitu fasilitasi nilai dan pengembangan soft skills. Selain itu, tempat terselenggaranya pendidikan karakter, di samping di lembaga pendidikan juga melibatkan lingkungan keluarga dan masyarakat.
Menapaki usia 48 tahun ini, UNY bertekad untuk membangun insan berkarakter dan bermartabat. UNY terus berusaha mewujudkan sistem pendidikan tinggi yang menghasilkan insan yang berkarakter, cerdas, dan terampil untuk membangun bangsa Indonesia yang bermartabat dan berdaya saing melalui pengembangan ilmu, teknologi, dan seni untuk kemajuan dan kesejahteraan umat manusia yang berkelanjutan. Sementara itu, UNY tetap berkomitmen menjunjung tinggi etika akademik, moral, budaya, dan agama. Selain mewujudkan UNY menjadi universitas kelas dunia, komitmen ini juga untuk menjadikan UNY sebagai kampus terdepan dalam pendidikan karakter, guna menjawab krisis jati diri bangsa. Sebagai lembaga tinggi kependidikan, UNY ingin hasilkan lulusan yang punya identitas diri, sadar tugas kemanusiaan dan punya harga diri. Dengan kata lain bahwa membangun insan berkarakter dan bermartabat merupakan upaya kesadaran dalam memperbaiki dan meningkatkan seluruh perilaku yang mencakup adat istiadat, nilai-nilai, potensi, kemampuan, bakat dan pikiran bangsa kita ini.
Insan yang berkarakter adalah mereka yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki integritas, jujur, toleran, bersemangat kebangsaan, serta menjunjung tinggi nilai dan norma kebaikan. Cerdas dalam hal ini dimaksudkan adalah insan yang memiliki kecerdasan komprehensif yang meliputi kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan sosial, kecerdasan spiritual, dan kecerdasan kinestetik. Di samping itu, terampil dimaksudkan bahwa lulusan UNY memiliki keterampilan baik yang secara langsung terkait dengan bidang ilmu yang dipelajari (hardskill) maupun keterampian pelengkap (softskill) yang menjadikan mereka sebagai sumber daya manusia yang unggul. (Tim Humas KONASPI VII)
Sumber : http://konaspi7.uny.ac.id/berita/uny-siap-memimpin-pendidikan-karakter
Tidak ada komentar:
Posting Komentar