Semalam saat tertidur
aku bermimpi namun mimpi yang aku jumpai malam tadi terasa nyata. Begitu nyata dan
asli enggak pakek tiruan atau sejenisnya tentunya. Kurang lebih 2 tahun lalu,
aku mengenal seorang gadis *ciyeee*. Berwajah seperti campuran arab dan indo walau aslinya orang sunda,
bertubuh tinggi dan langsing bak model catwalk. Ya sebut saja si eneng. Sekarang
sih dia berada jauh dibogor sana. Dia asli bogor dan waktu smp pindah ke magelang karena ikut orangtuanya, tapi sekarang pindah lagi ke tempat asal di bogor sana. Bayangkan coba antara magelang sama bogor
jauh amat kan, amat aja kagak jauh-jauh. Kalau dari magelang ke bogor mesti
naek elang seperti dipelm indosiar itu *Sambil ngelus-elus elang*. (Adegan
berbahaya jangan ditiru dirumah)
Nah dalam mimpi itu
suatu siang bolong dan panasnya matahari enggak begitu menyengat karena
langit sedang galau, bisa dibilang mendunglah. Lagi asik maenan hape neh,
bbm.an sambil twitteran make smartphone mahal *sombong dikit bolehkan* ada
orang ngetok-ngetok pintu sambil berkata “assalamualaikum” dengan merdunya. Ya
11 12 lah ama suaranya syahrini *haiyaaah*. Dalam hatiku, “Seperti kenal suara
ini, sama kayak suaranya si eneng, tapi apa mungkin dia kembali ke magelang
dari bogor dan menemuiku”. Dan karena begitu penasarannya aku berlari ke luar
dan ternyata…oohhh ternyataaaaaa emak-emak jamu gendong *grubyaaaak*. Bener-bener
zooonk sekali, seorang perempuan yang aku harapkan ternyata digantikan oleh figure
seorang emak-emak jamu gendong yang udah jadi langganan kaka perempuanku. Jadi
ya tiap hari datang kerumah buat bungkusin jamu buat kaka perempuanku. Dengan
wajah murung dan haru aku balik ke kamar. Aku di buat galau oleh emak-emak jamu
gendong yang mengingatkanku pada sesosok perempuan yang begitu aku sayang dulu.
Dan enggak tau kenapa si eneng masih aja ngumpet dilubuk hatiku yang paling
dalam *Tisu mana tisu*. Emak anakmu bontot galaaaauuu (jedotin kepala ke
bantal)
Setelah beberapa jam kemudian
Aku
masih juga maenan hape sambil tiduran tiba-tiba di ruang tamu ada percakapan
kecil antara emakku sama perempuan yang aku tak tau siapa. Karena hati lagi
galau enggak aku gubris deh. Lanjut aja ngetwit di twitter dan nyetatus difacebook
yang galau-galau pokoknya. Ehh tanpa aku sadarin ada sesosok perempuan yang
berdiri di depan pintu aku. Aku liatin sekilas aja sih mungkin juga si emak
ngecek anaknya lagi ngapain. Ehh sosok tersebut bukan seperti emakku dalam
sekilas aku melihat. Kemudian aku menoleh lagi memandangnya. Dan ternyataaaaaa
si eneng berdiri dengan senyumnya yang anggun dan mata yang berkaca-kaca.
Akupun sungguh sangat tercengang melototin si eneng tanpa ada satu katapun
keluar dari lubang mulutku, lubang idungku, dan lubang lubang yang lain.
Setelah
beberapa saat aku melongo doang, aku beranjak dari kasurku dan berjalan dengan langkah
gontai berarah ke si eneng. Langkah kakiku gemetar, malah seluruh badanku
gemetaran. Sempat aku berfikir ini si eneng apa bukan, apa makhluk halus yang
berubah wujud jadi si eneng. Saat berjalan gemeteran menuju pintu aku sambil
nengok kakinya si eneng nyentuh tanah apa enggak. Dalam hati sambil berdoa, “semoga
nyentuh tanah – dibaca 10x”. *ekspresi terkejut yang berlebihan saking kagak
percayanya*. Ternyata aman, kakinya nyentuh tanah. Matakupun mulai berkaca-kaca
menahan haru dan tangis saat memandangnya dengan hati yang sudah di balut rindu
tebal. Bagaimana bias enggak seperti itu orang sudah lama sekali enggak ketemu setelah
kepergiannya dari magelang ke bogor. Saat didepannya aku hanya memandangnya,
ingin berucap satu katapun tak bisa aku ungkapkan, dan kemungkinan si eneng
juga begitu karena dia hanya menorehkan senyum saja kepadaku. Akhirnya aku
hanya bisa mengangkat tangan kananku karena tangan kiriku masih membawa hape
smartphone mahalku. Kemudian aku pegang pipinya yang begitu lembut. Tanpa
disadari airmataku menetes membasahi lantai. Diapun juga meneteskan airmatanya
dan membasahi lantai (diharapkan airmata kita berdua enggak bikin banjir kayak
kota Jakarta). Setelah itu kita saling mengusap airmata yang jatuh dipipi. Tak
tau kenapa bibirku berani berucap dan berbicara dengannya, “kamu semakin cantik
dan banyak berubah ya, semakin tampak dewasa”. Dia pun membalas sambil menengok
ke kamarku memandang foto kita berdua dulu, “Iya pa, bisa aja kamu tu. Emm itu
foto masih dipajang ya?”. Aku pun menoleh kea rah foto itu dan menjawab, “Emm…
Iya masih terpampang dari dulu di tembok situ dari dulu foto itu ditempelin di
tembok itu sampai sekarang”. Dia membalas, “Kenapa masih dipajang disitu,
kenapa gak disimpan aja?”. Aku dengan lantang menjawab, “Foto itu yang kamu
sisakan untukku bersama kenangan kita dulu, dan dengan memandang foto itu juga
aku mencari damai bersama bayanganmu saat aku bersedih karena teringat padamu. Si
eneng pun tersenyum kecil sambil memegang pipiku. Setelah itu aku ajak dia ke
duduk diruang tamu, sedangkan emakku lagi nyiapin cemilan sama minum di dapur.
Lama orang aernya harus masak dulu, gulanya mesti beli dulu.
Di
ruang tamu kita saling bercakap-cakap dan aku bertanya kapan berangkat ke
magelang dari bogor, naek apa, kenapa ke magelang enggak bilang-bilang dan
banyak lagi lainnya. Si eneng menceritakan rencananya ke magelang dari bogor
memang sudah disusun rapid an memang berniat tidak mengabariku terlebih dahulu.
Setelah itu si eneng bercerita tentang pengalamannya di bogor sana dan begitu
pula aku bercerita tentang kesibukanku setelah ditinggal jauh oleh si eneng. Ya
waktu pertama bicara sih masih gugup-gugup gitulah, kayak murid SMP yang suruh
maju gurunya kedepan kelas buat bercerita. Dan setelah lama bercerita juga
akhirnya terbiasa sendiri. Setelah itu emakku datang membawa cemilan dan
minuman buat si eneng. Si eneng bilang, “adu ibuk, enggak usah repot-repot gitu”.
Emakku membalas, “enggak repot kok anak perempuanku, ayo diminum dulu”. Si eneng
bilang, “Iya ibuk nanti eneng minum kok”. Maklum si eneng di panggil “anak
perempuanku” karena emakku sudah menganggap dia seperti anak sendiri, hub
emakku dan si eneng juga sudah deket sekali. Dulu waktu masih di magelang dan
suka main kerumah kalau emakku udah ngobrol ama si eneng dah sampai kemana mana
dan lama buanget dech. Maklum ibu-ibu pkk sama calon ibu-ibu pkk, klop banget
deh kalo dah ketemu.
Waktupun mulai gelap dan akan segera
tiba adzan magrib
Semua
pun sudah mandi dan wangi dengan sabun, sampo, dan parfum kesukaannya
sendiri-sendiri (Gak boleh sebut merk). Kemudian kita sekeluarga menjalankan
sholat magrib berjamaah. Karena bapakku dan kakak-kakakku lagi pergi ada juga
yang kerja, ya aku dech yang jadi imamnya dengan 2 makmum putri yaitu emak dan
si eneng. Sholat dan berdoapun telah dilalui. Setelah semua selesei aku
merasakan begitu senangnya, begitu bahagianya, begitu nikmatnya sholat
berjamaah dengan orang-orang yang kita sayangi. Aku terdiam dan membayangkan
jika si eneng masih menetap dimagelang dan bisa berkumpul dengan keluargaku
jika ada waktu luang (Maaaaaaak aku tambah galaaauuuu). Kemudian emakku
mengajak makan aku dan si eneng karena tadi sore emak udah bela-blain masak
enak karena kedatanagan si eneng *berharap si eneng datang kerumah setiap hari
biar emakku masak enak terus, sambil senyum sinis*. Saat menuju ruang meja
makan dan mengambil nasi ke piring tak sengaja tanganku menyenggol sebuah gelas
dan terjatuh ke lantai. Pyaaaaaaaarrrr….. Setelah itu kalian tau apa yang
terjadi, kalian tau apa itu?? Dan ternyata…….aku terbangun dari tidurku (nangis
7 hari 7 malem, tisu manaaa???). Ternyata aku cuma ngimpi aja, sungguh mimpi
yang bener-bener bikin ngilu hati dan lebih parah dari sakit gigi seperti
lagunya Meggy Z berbunyi “lebih baik sakit gigi daripada sakit hati”. Setelah
di hantui mimpi itu aku galau dan yang pasti langsung update twitter,
facebook,bbm yang galau-galau terus deh. Bodo orang mau bilang apa, orang lagi
galau beneran. Coba mereka ada diposisi aku, kemungkinan besar sama sepertiku.
Malah bisa lebih parah galau mereka daripada aku (Yang setuju angkat tangan
kanan, tangan kiri sambil ngupil).
#Begitulah mimpi tergalauku tentang si eneng yang
seperti nyata. Pliss yang respect sama aku, tolong belikan aku tissue yang
banyak#
bener to, ternyata lagi galau, haha..
BalasHapus