Sabtu, 29 Desember 2012

Android Sebagai Ajang Belajar dan Pembelajaran

 

Android sepertinya sudah sangat susah jika dipisahkan dari kehidupan dunia saya, sebagai seorang Blogger yang menggunakan media Blog sebagai ajang belajar dan pembelajaran. Dimana setiap saya belajar satu ilmu maka akan saya berikan beberapa ilmu yang saya punya kepada para pengunjung blog saya. Nah, tak lupa pula menjalin persahabatn dengan beberapa teman yang mempunyai hobi atau kesukaan yang sama, seperti halnya di BelajarDroid dimana pada portal tersebut adalah ruang bagi kita untuk membagikan semua ilmu tentang Android. Ilmu itu tidak yang selalu berkelas atau expert, terkadang ilmu terkecil adalah kunci pembuka bagi ilmu ilmu yang besar. Contoh aja kalau kita tidak bisa membuka kunci pada Android kemungkinan kita tidak akan tahu bagai mana cara mengoperasikan sebuah gadget dengan OS Android, hal – hal seperti inilah yang terkadang dilupakan padahal kalau ditelusur lebih dalam lagi ilmu seperti ini sangat dibutuhkan bagi para pengguna baru Android.
Android Sebagai Ajang Belajar dan Pembelajaran
Seperti Pepatah yang sering kita dengar, “awalilah sesuatu mulai dari yang kecil” nah dengan itu layaknya saya sebagai pengguna Android mendeklarkan diri Android Sebagai Ajang Belajar dan Pembelajaran. Kenapa begitu, dengan dukungan dari berbagai macam latar belakang developer kita bisa menjadikan aplikasi yang ada di Google Play sebagai sebuah aplikasi yang bisa digunakan sebagai pendukung untuk membagikan ilmu. Coba kalian search “Games For Kids” memang sebuah game namun prosentasenya hampir 65% semua sudah mendukung untuk meningkatkan kinerja otak kanan dan otak kiri. Apalagi pengguanaan layar sentuh yang bisa mengoptimalkan motorik anak, disamping itu pula gambar dan warna warna yang cerah pada sebagian besar games for kids ini bisa menambahkan kepekaan anak terhadap warna dan ini merupakan faktor pembentuk kinerja Otak kanan. Dimana sebagian besar para pengguna otak kanan akan lebih berkecimpung dalam dunia seni, bukankah anak anak itu adalah otak seni :D 

Terus kelanjutannya, yah seperti penjabaran diatas dengan android saya bebas melakukan apa saja dalam segi belajar dan pembelajaran. Itulah kenapa saya mulai mencari tempat seperti komunitas dan portal selain bisa menyerap juga memberikan, akhirnya menemukan BelajarDroid yang cocok dengan ide dasar saya dalam membangun blog ini. Disana kita bisa menjadi author atau penulis lalu apa yang kita dapat jika menjadi author pada portal tersebut? yang jelas kamu bisa membagi ilmu pengetahuan tentang dunia Android di situs http://belajardroid.com namun jika ditinjau lebih luas lagi situs tersebut mirip dengan social bookmarking yang selalu menjadi bahan spam di dunia maya untuk meningkatkan dan mendongkrak sebuah artikel maupun blog pada SERP. Mungkin jika portal android mempunyai nama dan lebih baik serta bagus akan sebagai ladang spam oleh Blogger yang kurang bertanggung jawab. Dengan mensubmit berbagai macam tulisan dan tanpa memperhatikan TOS yang sudah dibuat pada halaman ini http://belajardroid.com/submit-page


Source images http://androidistic.com
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS DIKLAT
 
 A.    Pendahuluan

Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa pendidikan dalam pembangunan nasional berupa mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya. Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, artinya manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Tujuan pendidikan nasional, apabila ditinjau dari taksonomi tujuan pendidikan lebih memfokuskan pada ranah afektif atau sikap. Ranah afektif terlihat pada kalimat Beriman dan bertaqwa, berbudi pekerti luhur, kepribadian yang mantap dan rasa tanggung jawab. Ranah kognitif pada kalimat pengetahuan dan ranah psikomotor pada kalimat keterampilan dan kesehatan jasmani.

Kegiatan belajar merupakan kegiatan aktif peserta didik untuk membangun makna atau pemahaman terhadap suatu objek atau suatu peristiwa. Sedangkan, kegiatan mengajar merupakan upaya kegiatan menciptakan suasana yang mendorong inisiatif, motivasi dan tanggung jawab pada peserta didik untuk selalu menerapkan seluruh potensi diri dalam membangun gagasan melalui kegiatan belajar sepanjang hayat. Gagasan dan pengetahuan ini akan membentuk keterampilan, sikap, dan perilaku sehari-hari sehingga peserta didik akan berkompeten dalam bidang yang dipelajarinya. Kegiatan belajar dan mengajar inilah yang disebut orang sebagai pembelajaran (Depdiknas, 2003 : 10).

Alat bantu belajar merupakan semua alat yang dapat digunakan untuk membantu peserta didik melakukan perbuatan belajar, sehingga kegiat¬an belajar menjadi lebih efisien dan efektif. Dengan bantuan berbagai alat, maka pelajaran akan lebih menarik, menjadi konkrit, mudah dipahami, hemat waktu dan tenaga, dan hasil belajar lebih bermakna. Alat bantu belajar disebut juga alat peraga atau media belajar, misalnya dalam bentuk bahan tercetak, alat-alat yang dapat dilihat, alat yang dapat didengar (media audio), dan alat-alat yang dapat didengar dan dilihat (audio visual aids), serta sumber–sumber masyarakat yang dapat dialami secara langsung (Hamalik, 1999 : 51).

Media pembelajaran adalah sarana yang dapat dimanipulasikan dan dapat digunakan mempengaruhi pikiran, perasaan, perhatian dan sikap peserta didik, sehingga mempermudah terjadinya proses pembelajaran. Pikiran, perasaan, perhatian dan sikap peserta didik dalam pembelajaran dapat dirangsang dengan menggunakan media pembelajaran. Pemanfaatan media pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran.

Efektifitas dapat diartikan sejauh mana hal-hal yang direncanakan dapat terlaksana.dalam arti bahwa apabila hasilnya menunjukan presentase yang besar atau tidak jauh dari perencanan maka dapat dikatakan bahwa hal tersebut cukup efekif dan sebaliknya apabila hasilnya jauh dari perencanaan yang ada maka dapat dikatakan hal tersebut tidak efektif (Henyat, 1993: 50). Dengan digunakannya media pembelajaran, maka diharapkan peserta didik akan mudah dalam menyerap mata pelajaran yang dipelajari, sehingga akan mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. 

B.    Pendidikan dan Pelatihan

Semua karyawan yang baru bekerja, pada umumnya masih belum mempunyai kecakapan dan ketrampilan dasar yang dibutuhkan oleh perusahaan di mana ia bekerja. Tidak jarang pada karyawan baru yang diterima bekerja tidak mempunyai kemampuan secara penuh untuk melaksanakan tugas-tugas pekerjaan mereka. Setelah karyawan direkrut, dipilih dan dilantik atau diperkenalkan, selanjutnya dia harus dikembangkan agar lebih sesuai dengan pekerjaan dan organisasi atau perusahaan. Tidak seorangpun yang sepenuhnya sesuai pada saat pengangkatan, sehingga harus dilakukan pendidikan dan latihan.

Moekijat (1990 : 58-62) menjelaskan berbagai jenis pendidikan dan latihan bagi pegawai yaitu :
a.    Pendidikan dan latihan awal, yaitu pendidikan dan latihan yang bersifat pra jabatan (pre service training) dengan tujuan memberikan pengetahuan, kemampuan, penyesuaian sikap dan kepribadian dengan tugas jabatan yang akan dipangkunya bagi pegawai yang belum mempunyai status pegawai atau calon pegawai.
b.    Pendidikan dan latihan jabatan struktural, yaitu pendidikan dan latihan yang menyangkut peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan guna memenuhi persyaratan jabatan struktural tertentu.
c.    Pendidikan dan latihan kedinasan, yaitu upaya pemberian bekal atau peningkatan atau pemantapan pengetahuan dan ketrampilan yang sesuai dengan profesinya.
d.    Pendidikan dan latihan khusus, yaitu pendidikan dan latihan yang menyangkut peningkatan pengetahuan, kemampuan, ketrampilan dan keahlian khusus yang bermanfaat bagi pegawai.
e.    Pendidikan dan latihan penataran, yaitu pendidikan dan latihan guna meningkatkan pengetahuan, kemampuan, ketrampilan dan keahlian pegawai sesuai dengan bidang tugasnya dalam meningkatkan daya guna dan hasil guna pegawai.
f.    Pendidikan dan latihan penjenjangan, yaiu pendidikan dan latihan yang terdiri dari berbagai tingkatan, disesuaikan dengan kualitas yang diperlukan untuk memelihara kontinuitas pembinaan aparatur pemerintah dan diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan jabatan yang sama, dan atau perpindahan jabatan yang setingkat serta persiapan bagi mereka yang akan dipromosikan ke jenjang golongan kepangkatan atau jabatan yang setingkat lebih tinggi.
Kegiatan pendidikan dan latihan yang dilakukan perusahaan menurut Handoko (1995 : 103) mempunyai dua tujuan utama yaitu :
a.    Pendidikan dan latihan dilakukan untuk menutup gap antara kecakapan atau kemampuan karyawan dengan permintaan jabatan.
b.    Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja karyawan dalam mencapai sasaran-sasaran kerja yang telah ditetapkan.
Berdasarkan pada tujuan pendidikan dan latihan tersebut, dapat diketahui bahwa program tersebut ternyata tidak saja diperlukan oleh karyawan baru, tetapi juga duperlukan oleh karyawan yang sudah bekerja lama yang ditujukan untuk peningkatan prestasi kerja mereka. 

Pendidikan dan latihan yang dilakukan perusahaan terhadap karyawannya dilakukan dengan mendasarkan pada kebutuhan, tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran program, isi dan prinsip-prinsip belajar. Bagaimanapun, seseorang seharusnya tidak berhenti belajar setelah menamatkan sekolahnya (pendidikan formal), karena belajar adalah suatu proses seumur hidup (life-long process), sehingga pendidikan dan latihan bersifat kontinyu dan dinamis.

C.    Pengertian Pembelajaran

Istilah pendidikan mengandung unsur bimbingan pengajaran dan latihan. Pendidikan lebih menitikberatkan pada pembentukan kepribadian, bimbingan berhubungan dengan bantuan kepada peserta didik agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Pengajaran berhubungan dengan penyampaian pengetahuan kepada peserta didik. Latihan berhubungan dengan pemberian atau pembentukan ketrampilan kepada peserta didik (Hamalik, 1999 : 55).

Dalam rangka pengajaran, perkembangan selanjutnya dewasa ini di populerkan istilah pembelajaran. Pengajaran atau instruction titik berat tinjauannya dari segi pendidik atau guru, sedangkan pembelajaran lebih menitik beratkan tinjauannya dari segi peserta didik. Menurut Hamalik (1999 : 57) pembelajaran merupakan kombinasi yang tersusun atas unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. Unsur manusia terdiri atas peserta didik, guru dan tenaga kependidikan lainnya. Unsur material meliputi buku-buku, papan tulis, kapur, fotografi, slide, film audio, audio tape, fasilitas dan perlengkapan terdiri atas ruangan kelas, perlengkapan, audio visual, komputer. Produser meliputi jadwal, metode penyampaian informasi, praktek, belajar, evaluasi / ujian dan sebagianya. Dalam kegiatan pembelajaran ada dua kegiatan yang terjadi, yaitu guru mengajar dan peserta didik belajar. Jadi ada dua peristiwa atau proses menjadi satu, yaitu proses belajar mengajar untuk selanjutnya dipakai pembelajaran.

D.    Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran dapat dilihat dari kebutuhan peserta didik, mata pelajaran dan guru. Berdasarkan kebutuhan peserta didik dapat ditetapkan apa yang hendak dicapai, dan dikembangkan dan diapresiasikan. Berdasarkan mata pelajaran yang ada dalam petunjuk kurikulum dapat ditentukan hasil-hasil pendidikan yang diinginkan. Guru sendiri adalah sumber utama tujuan bagi para peserta didik, dan guru harus mampu menulis dan memilih tujuan-tujuan pendidikan yang bermakna, dan dapat terukur (Hamalik, 1999 : 76).
Dalam pembelajaran harus memperhatikan tujuan dari pembelajaran, di mana tujuan program kegiatan belajar adalah membantu meletakan dasar kearah perkembangan sikap, pengetahuan keterampilan, dan daya cipta anak didik untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya.

E.    Pengertian Media Pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa latin medius  yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. Dalam bahasa arab, media adalah perantara (wasaail) atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan (Arsyad, 2004 : 3).
Adapun Gerlach dan Ely (dalam Arsyad :3) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat peserta didik mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap.
Menurut definisi di atas dapat dipahami bahwa guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media yang menjadi perantara atau penyampai pesan kepada peserta didik. Guru termasuk juga sebagai media karena guru sebagai tenaga pengajar bekerja untuk mentransfer pengetahuan yang dimilikinya (penyampai ilmu atau ajaran) kepada peserta didik. Begitu pula buku bisa dikatakan sebagai media karena buku memuat informasi yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk dipelajari dan dipahami. Lingkungan sekolah sebagai tempat dimana peserta didik belajar dan berinterakasi dengan warga sekolah jelas merupakan media yang akan memberikan pesan, berita, atau kabar kepada peserta didik, namun besar tidaknya pesan yang didapat oleh peserta didik bergantung pada kreatifitas peserta didik dalam mencari pesan melalui lingkunganya.
Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.

Istilah media sering dipakai dalam dunia komunikasi yang disebut dengan media komunikasi. Media komunikasi inilah di era kekinian dimanfaatkan dalam dunia pendidikan untuk menunjang jalanya proses belajar mengajar. Danim (2000 : 2) menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi komunikasi untuk kegiatan pendidikan, teknologi pendidikan serta media pendidikan perlu dalam rangka kegiatan belajar mengajar. Karena dengan pendekatan ilmiah, sistematis dan rasional, sebagaimana dituntut oleh teknologi pendidikan ini pulalah, tujuan pendidikan yang efektif dan efisien akan tercapai.

 Pada dasarnya proses belajar mengajar merupakan proses komunikasi antara  pendidik dan peserta didik untuk melakukan transfer pengetahuan (knowledge), maupun penanaman (internalisasi) nilai-nilai (values). Maka pendidik di sini disebut sebagai mediator yang menyampaikan informasi-informasi tentang pengetahuan yang dimilikinya kepada peserta didik, atau juga dalam rangka menanamkan nilai-nilai luhur suatu ajaran, baik yang bersumber pada budaya bangsa, masyarakat, atau kelompok agama tertentu. 

Adapun definisi media menurut para ahli adalah sebagai berikut: (1) AECT (Asociation Of Education And Communication Technologi) mendefinisikan media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan informasi. Sedangkan media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyampaikan pesan (Depdiknas, 2003 :10). Yang dimaksud sesuatu di sini adalah apa saja yang memiliki guna sebagai perantara untuk menyampaikan pesan entah itu berupa lisan atau alat peraga yang mengisyaratkan maksud tertentu dan bisa dipahami oleh orang yang menerima pesan, atau dalam konteks pembelajaran adalah peserta didik didik (pelajar), atau muta’allim dalam bahasa arabnya. (2) Heinich dan kawan-kawan  memberi batasan tentang media sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima (Arsyad, 2004: 4).

Jadi televisi, radio, film, foto, rekaman audio, gambar yang diproyeksikan, bahan cetakan dan sejenisnya adalah media yang disebut dengan media komunikasi. Namun apabila media-media itu membawa pesan-pesan atau informasi-informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut dengan media pembelajaran.

Bagaimana apabila media pembelajaran dihubungkan dengan media pendidikan ?. Media pendidikan tentu saja media yang digunakan dalam proses dan untuk mencapai tujuan pendidikan (Depdiknas, 2003 : 10). Pada hakekatnya media pendidikan juga merupakan media komunikasi, karena proses pendidikan juga merupakan proses komunikasi. Apabila kita namdingakan dengan media pembelajaran, maka media pendidikan sifatnya lebih umum, sebagaimana pengertian pendidikan itu sendiri. Sedang media pembelajaran memiliki sifat yang lebih khusus, maksudnya media pembelajaran merupakan bagian dari media pendidikan yang secara khusus digunakan untuk mencapai tujuan belajar tertentu yang telah dirumuskan secara khusus. Tidak semua media pendidikan adalah media pembelajaran, akan tetapi setiap media pembelajaran merupakan bagian dari media pendidikan.

Sementara Gagne dan Briggs (Arsyad, 2004: 5) secara implisit mengatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran, yang terdiri dari antara lain buku, tape recorder, video camera, video recorder, film, slide (gambar bingkai), foto, gambar, grafik, bingkai, dan komputer. Dengan kata lain media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional di lingkungan peserta didik yang dapat merangsang peserta didik untuk belajar. Di lain pihak National Education Asociation memberikan definisi media sebagai bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio-visual dan peralatannya; dengan demikian media dapat dimanipulasi, dilihat, didengar, atau dibaca.

Dalam kegiatan belajar mengajar, pemakaian kata media pembelajaran (wasaa’il at ta’limiyah) digantikan dengan istilah-istilah seperti alat pendengar, bahan pengajaran (instrucsional material), komunikasi pendang dengar (audio visual communication), pendidikan alat peraga pandang (visual education) teknologi pendidikan (educational technology), alat peraga (wasaail al-iidzochi) dan media penjelas (wasaail at taudhiichiyyah ) (Arsyad, 2004 : 6).

Berdasarkan uraian beberapa definisi tentang media di atas, berikut dikemukakan karakteristik umum yamg melekat pada setiap definisi tersebut.
a    Media pendidikan memiliki pengertian fisik yang dewasa ini dikenal dengan istilah hardware (perangkat keras), yaitu suatu benda yang dapat dilihat, didengar, atau diraba dengan pancaindera.
b    Media pendidikan yang memiliki pengertian nonfisik yang sering disebut dengan istilah software (perangkat lunak), yaitu kandungan pesan yang terdapat dalam perangkat keras yang merupakan materi atau informasi-informasi yang hendak disampaikan kepada peserta didik.
c    Media pendidikan dapat diklasifikasikan menjadi media visual, audio, dan audio-visual. Media visual yaitu media yang memiliki bentuk, dapat dilihat, dan dapat diraba. Media audio yaitu media yang hanya dapat di dengar saja. Adapun media audio visual adalah media yng memiliki bentuk dapat dilihat,  dan diraba, serta dapat pula di dengar karena menyerupai makhluk hidup yang mengeluarkan suara.
d    Media pendidikan memiliki pengertian alat bantu pada proses belajar baik yang berada di dalam maupun yang berada di luar kelas.
e    Media pendidikan dalam rangka komunikasi dan interaksi antara guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran.
f    Media pendidikan dapat digunakan secara massal (misalnya : radio dan televisi), kelompok besar dan kelompok kecil (misalnya, film, slide, video dan OHP), atau perorangan (misalnya modul, komputer, radio,  dan tape recorder).
g    Sikap, perbuatan, organisasi, strategi, dan manajemen yang berhubungan dengan penerapan suatu ilmu.

Berbeda denga para ahli yang telah tersebut dalam beberapa paragraf terdahulu. Slameto (2003 :67) menyebut media pembelajaran dengan alat pelajaran. Alat pelajaran erat hubunganya dengan cara belajar peserta didik, karena alat pelajaran yang dipakai oleh guru pada waktu mengajar dipakai pula oleh peserta didik untuk menerima bahan yang diajarkan oleh guru tersebut. Alat pelajaran yang tepat akan memperlancar penerimaan bahan pelajaran yang diberikan kepada peserta didik. Jika peserta didik mudah menerima pelajaran dan menguasainya, maka belajarnya akan menjadi lebih giat dan lebih maju.

Realita saat ini dengan banyaknya tuntutan yang masuk sekolah, maka memerlukan alat-alat yang membantu lancarnya belajar peserta didik dalam jumlah yang besar pula, seperti buku-buku di perpustakaan, laboratorium atau media-media lain. Kebanyakan sekolah masih kurang memiliki media dalam jumlah maupun kualitasnya, sehingga terkadang proses belajar mengajar dilaksanakan secara alakadarnya, dan bisa dipastikan hasilnya juga jauh dari kondisi ideal, yakni output pendidikan yang berkualitas tinggi.

F.    Ciri-ciri Media Pembelajaran

Gerald dan Ely (Arsyad, 2004 : 12) mengemukakan tiga ciri media  yang merupakan petunjuk mengapa media digunakan dalam pembelajaran, yang dapat dilakukan media dalam membantu seorang guru menjelaskan atau menerangkan sebuah materi pelajaran. Ciri-ciri tersebut adalah :
a.    Ciri Fiksatif (fixatife property)
Ciri ini mendiskripsikan kemampuan media untuk merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau obyek. Suatu peristiwa atau obyek dapat diurut dan disusun secara sistematis dan kronologis melaui media seperti fotografi, video tape, audio tape, disket komputer, dan film. Suatu obyek yang telah diambil gambarnya  (direkam) dengan menggunakan kamera atau video kamera dapat direproduksi (dibuat ulang) dengan mudah kapan saja dibutuhkan. Dengan ciri fiksatif ini, media memungkinkan suatu rekaman kejadian atau obyek yang terjadi pada suatu waktu tertentu dapat ditransportasikan tanpa mengenal waktu, karena telah diabadikan melalui rekaman.
Ciri-ciri yang sangat penting bagi guru adalah karena kejadian-kejadian atau obyek yang telah direkam atau disimpan dengan format media yang ada dapat digunakan setiap saat. Peristiwa yang kejadianaya hanya sekali  (dalam satu dekade atau satu abad) dapat diabadikan dan disusun kembali untuk keperluan suatu pengajaran, gerhana matahari, atau gunung meletus misalnya. Prosedur laboratorium yang rumit dapat direkam dan  diatur untuk kemudian direproduksi kembali ketika dibutuhkan untuk kepentingan pengajaran.  Begitu pula kegiatan peserta didik dapat diabadikan dan direkam untuk kemudian dilakukan proses evaluasi baik oleh peserta didik sendiri secara perorangan maupun secara kelompok.

b.    Ciri Manipulatif (manipulatif property)
Merubah suatu kejadian atau obyek dimungkinkan karena media memiliki ciri manipulatif. Kejadian yang memakan waktu berhari-hari dapat disajikan kembali kepada peserta didik dalam waktu yang singkat dengan teknik pengambilan gambar. Misalnya, bagaimana proses larva menjadi kepompong kemudian menjadi kupu-kupu  (metamorfosis kupu-kupu) dapat dipercepat dengan tehnik rekaman fotografi.  Disamping dapat dipercepat suatu kejadian, suatu kejadian dapat juga diperlambat pada saat menayangkan kembali hasil sustu rekaman video, dengan memanfaatkan fasilitas yang ada pada video. Misalnya reaksi kimia atau untuk mengetahui kebenaran terjadinya pelanggaran dalam suatu permainan sepak bola dapat diamati melalui bantuan kemampuan manipulatif dari media. Demikian pula suatu aksi atau suatu gerakan dapat direkam dengan foto kamera agar bisa diamati atau sekedar dilihat saja.
Pada rekaman gambar hidup seperti film kejadian dapat diputar mundur. Media (rekaman video atau audio) dapat diedit sehingga guru hanya menampilkan bagian-bagian inti atau bagian utama dari keterangan atau kejadian yang sedang dijelaskan oleh guru kepada peserta didiknya, sedangkan bagian-bagian yang tidak begitu diperlukan dapat dipotong atau dilewati dengan menggunakan fasilitas yang ada pada media yang merupakan hasil dari tekhnologi mutakhir.
Kemampuan media dari ciri manipulatif memerlukan keseriusan dan kehati-hatian agar tidak terjadi kesalahan  dalam memanipulasi isi yang ada pada media, semisal jika terjadi kesalahan pemotongan suatu kejadian dalam rekaman video bisa jadi akan menimbulkan salah penafsiran bagi peserta didik yang sedang mendapat tugas untuk melakukan pengamatan terhadap isi dari rekaman video tersebut.
Memanipulasi atau merubah suatu kejadian atau obyek tertentu dengan memanfaatkan atau dengan cara mengedit hasil rekaman dapat menghemat waktu. Semisal proses penanaman gandum hingga masa panen tiba, kemudian gandum diolah menjadi tepung sebagai bahan baku untuk membuat roti dapat disajikan secara singkat dalam suatu rekaman. Sehingga memiliki nilai efisiensi yang tinggi dan tentunya juga sangat efektif, karena mengamati suatu hal yang nampak tentunya tidak sesulit mengamati hal abstrak.     

c.    Ciri Distributif (distributif property)
Ciri distributif dari media memungkinkan suatu obyek atau suatu informasi untuk ditransformasikan melalui ruangan dan secara bersamaan disajikan kepada peserta didik. Dewasa ini distribusi  media tidak terbatas pada satu kelas saja, atau dalam satu lingkup sekolah saja, akan tetapi media pembelajaran seperti kaset rekaman, video, atau disket komputer bisa didistribusikan kemana saja sesuai dengan kebutuhan. Karena media seperti itu merupakan media praktis dengan bobot ringan dan ukurannya juga tidak besar, sehingga ada kemudahan untuk mendistribusikannya ke daerah terpencil sekalipun, tinggal ada atau tidak peralatan pendukung yang digunakan untuk mengoperasikan media tersebut.

Sebuah informasi atau suatu kejadian  yang direkam dalam suatu waktu, bisa diproduksi ulang beberapa kali dan siap untuk digunakan secara bersamaan meskipun dalam tempat yang terpisah. Semisal proses perubahan katak mulai dari telur katak, kemudian berubah menjadi kecebong, dan akhirnya menjadi katak dewasa dapat direkam melalui handycam. Kemudian proses metamorfosa katak yang telah terekam melalui handycam ini dapat digandakan dan disebarluaskan ke seluruh pelosok sekolah yang ada di Indonsia misalnya untuk dijadikan sebagai media yang mempermudah seorang pendidik untuk menyampaikan pengetahuan tentang metamorfosa katak ini kepada para peserta didiknya. Dan informasi yang telah terekam ini juga tidak rusak hanya dalam sekali waktu pemakaian saja kecuali terjadi kerusakan tertentu yang disebabkan oleh hal-hal nonteknis, sehingga ketika diputar ulang dalam waktu dan ruang yang berbeda isinya akan tetap sama
 
G.    Macam-Macam Media Pembelajaran

Seperti telah diuraikan pada pembahasan terdahulu bahwa media pembelajaran merupakan pesan, orang, dan peralatan. Seiring berkembangnya teknologi yang merupakan hasil kreatifitas manusia masa kini, maka media pembelajaran masa kini juga berkembang begitu pesatnya, bahkan media pembelajaran masa kini sudah banyak yang menggunakan teknologi dalam pengoperasianya selain media itu sendiri juga merupakan produk yang dihasilkan oleh teknologi.

Media pembelajaran modern antara lain radio, televisi, tape recorder, komputer, internet, OHP, proyektor dan lain-lain. Semua media pembelajaran tersebut merupakan hasil pemikiran manusia yang diwujudkan dalam dunia nyata. Namun sayangnya meskipun media pembelajaran berbasis teknologi telah berkembang begitu pesatnya, akan tetapi tidak banyak guru atau pendidik yang memiliki kecakapan untuk mengoperasikan media tersebut meskipun mereka telah mengenalnya. Apapun kendalanya, baik karena tidak bisa mengaktifkan media tersebut atau kendala pendanaan. Meskipun bisa mengoperasikan akan tetapi karena sekolah atau guru pribadi tidak memilikinya, sehingga tidak bisa diperagakan di hadapan peserta didiknya.

Namun tentunya usaha-usaha untuk mewujudkan media pembelajaran berbasis teknologi perlu mendapatkan perhatian serius oleh para penyelenggara pendidikan, karena efektifitas dan efisiensi media tersebut dalam menunjang proses belajar mengajar tidak bisa dinafikan.

Ada berbagai cara dan sudut pandang untuk mengklasifikasikan media pembelajaran. Misalnya mengidentifikasi media pembelajaran berdasarkan tiga unsur pokok, yaitu suara, visual, dan gerak. Berdasarkan tiga unsur pokok tersebut Bretz (Rahadi, 2003 :21) mengklasifikasikan media ke dalam tujuh kelompok, yaitu : media audio, media cetak, media visual diam, media visual gerak, media audio semi gerak, media semi gerak, media audio visual diam, media audio visual gerak.
Anderson (Rahadi, 2003 :21) mengelompokkan media menjadi 10 golongan sebagai berikut :
 
No.
Golongan Media
Contoh dalam Pembelajaran
1.       
Audio
Kaset tape recorder, cd audio, siaran radio, dan telepon atau telewicara.
2.       
Cetak
Buku pelajaran, modul, brosur, leaflet, gambar, dan makalah.
3.       
Audio-cetak
Kaset audio yang dilengkapi ahan tertulis
4.       
Proyeksi visual diam
Overhead Tranparansi (OHT) dan film bingkai (slide)
5.       
Proyeksi audio visual diam
Film bingkai (slide) bersuara
6.       
Visual gerak
Film bisu
7.       
Audio visual gerak
Film gerak bersuara, VCD, dan televisi
8.       
Obyek fisik
Benda nyata, model, spesimen
9.       
Manusia dan lingkungan
Guru, Budayawan, Ekonom, Pustakawan, laboratorium, kebun binatang, cagar alam, sungai, hutan, sawah, dan lautan
10.   
Komputer
CAI (pembelajaran berbantuan komputer) dan CBI (pembelajaran berbasis komputer)
 
Klasifikasi berbagai macam media berdasarkan perkembangan teknologi menurut Seel dan Glasgow (Arsyad, 2004 : 33) dibagi ke dalam dua kategori luas yaitu : pilihan media tradisional dan pilihan media teknologi mutakhir :
a.    Pilihan Media Tradisional :
1)    Visual diam yang diproyeksikan seperti : proyeksi opaque (tidak tembus pandang), proyeksi overhead, slides, filmstrips.
2)    Visual yang tidak diproyeksikan seperti : gambar dan poster, foto, charts, grafik, diagram, pameran, papn info, papan-bulu.
3)    Audio seperti rekaman piringan, pita kaset, reel, catridge.
4)    Penyajian multimedia, slide plus suara (tape), multi-image.
5)    Visual dinamis yang diproyeksikan seperti film, televisi, video.
6)    Cetak seperti buku teks, modul, teks terprogram, workbook, majalah ilmiah berkala, lembaran lepas (hand out), koran.
7)    Permainan seperti teka-teki, simulasi, permainan papan.
8)    Realita seperti model, specimen (contoh), manipulatif (peta, boneka)
b.    Pilihan Media Teknologi Mutakhir
1)    Media berbasis telekomunikasi seperti telekonferen dan kuliah jarak jauh.
2)    Media berbasis mikroposesor seperti computer-assisted instruction, permainan komputer, sistem tutor inteligen, interaktif, hypermedia, compact (video) disc.

Dari beberapa pengelompokan media tersebut dapat kita ketahui bahwa belum ada media yang mencakup segala aspek, terlebih bagi media yang dimanfaatkan untuk memudahkan penyampaian pesan atau informasi pengetahuan dari pendidik kepada peserta didik dalam proses belajar mengajar atau sering disebut dengan media pembelajaran. Media pembelajaran yang ada dibuat dan disajikan atas dasar kepentingan-kepentingan tertentu.

Alangkah baiknya bagi seorang  pendidik atau seorang guru untuk senantiasa mengikuti perkembangan teknologi terlebih yang berkaitan dengan media pembelajaran. Akan menjadi lelucon nantinya apabila seorang guru tidak lebih mengenal perkembangan teknologi informasi yang sering dimanfaatkan untuk media pembelajaran dibanding peserta didik-peserta didiknya. Bahkan secara psikologis juga bisa berdampak pada jatuhnya wibawa seorang guru dihadapan peserta didik karena peserta didik merasa bahwa dirinya lebih maju dari gurunya ketika mengetahui kenyataan gurunya gaptek (gagap teknologi) sehingga peserta didik memiliki kemungkinan untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak daripada gurunya mengenai suatu pengetahuan tertentu.

H.    Pemanfaatan Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Efektivitas Diklat

Pendidikan yang bermutu merupakan syarat utama untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang maju, modern dan sejahtera. Sejarah perkembangan dan pembangunan bangsa-bangsa mengajarkan pada kita bahwa bangsa yang maju, modern, makmur, dan sejahtera adalah bangsa-bangsa yang memiliki sistem dan praktik pendidikan yang bermutu. Sementara itu, pendidikan yang bermutu sangat tergantung pada keberadaan guru yang bermutu, yakni guru yang profesional, sejahtera, dan bermartabat.
Dalam suatu proses belajar mengajar yang terpenting dikuasai oleh seorang  guru adalah metode mengajar dan kemampuan widyaiswara untuk menggunakan media pembelajaran. Metode pengajaran yang digunakan oleh widyaiswara akan menentukan media pembelajaran apa yan akan digunakan oleh widyaiswara. Meskipun disadari ada aspek lain yang menentukan keputusan seorang widyaiswara untuk menggunakan media pembelajaran tertentu seperti tujuan pengajaran, jenis tugas dan respon yang diharapkan dikuasai oleh peserta didik setelah proses pengajaran berlangsung, konteks pembelajaran, dan tentunya juga karakteristik peserta didik yang diajar. Namun demikian dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama dari media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang memiliki peran untuk mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang diatur dan diciptakan oleh seorang widyaiswara.
Hamalik (Arsyad, 2004 : 15) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap peserta didik. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pengajaran akan sangat membantu keaktifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan pembelajaran pada saat itu. Selain mebangkitkan motivasi dan minat peserta didik, media pembelajaran juga dapat membantu peserta didik untuk meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi.
Levie dan Lentz (Arsyad, 2004 : 16), mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, yaitu (a) fungsi atensi, (b) fungsi afektif, (c) fungsi kognitif, dan (d) fungsi kompensatoris.
Fungsi atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian peserta didik untuk konsentrasi terhadap isi dari pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pembelajaran.

Fungsi afektif media pembelajaran dapat diungkap melalui tingkat kenikmatan peserta didik ketika membawa teks bergambar. Gambar atau lambang visual dapat menggugah emosi  dan sikap peserta didik sebagai wujud responnya terhadap gambar yang dia amati. Semisal gambar yang menyangkut masalah sosial, ras, agama, dan kebudayaan. Gambar-gambar itu akan direspon peserta didik dengan suatu komentar dan sikap tertentu yang menunjukkan pemikiran yang terbangun dalam diri peserta didik setelah mengamati dan mencermati gambar tersebut.
Fungsi kognitif media, khususnya media visual tampak pada temuan-temuan penelitian yang menyatakan bahwa lambang visual atau gambar memudahkan bagi peserta didik untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
Fungsi kompensatoris media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu peserta didik yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali. Bisa juga dikatakan bahwa media pembelajaran mempunyai fungsi untuk mengakomodasikan peserta didik yang lemah dan lambat dalam menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan secara verbal (dengan kata-kata). Dengan adanya media pembelajaran yang berbentuk tiga dimensi misalnya akan memudahkan peserta didik untuk menangkap maksud dari keterangan widyaiswara sebagai pendidik dengan melakukan pengamatan langsung terhadap media tersebut. Sehingga peserta didik yang tadinya sulit menangkap maksud dari keterangan widyaiswaranya karena disampaikan secara lisan maka dengan adanya sample yang nyata akan mempengaruhi imajinasi peserta didik untuk memahami maksud dari keterangan widyaiswaranya.
Alat peraga dalam belajar mengajar memegang peranan penting sebagai alat bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif (Sudjana, 2005 : 99). Dengan dihadirkannya alat peraga sebagai media pembelajaran peserta didik tidak hanya mendengar kata-kata yang sifatnya verbal, akan tetapi juga bisa melihat, dan merasakan atau meraba alat peraga tersebut, sehingga lebih memudahkan baginya untuk membangun imajinasinya.
Berikut adalah kerucut pengalaman belajar yang bisa membedakan daya serap peserta didik terhadap suatu obyek pengetahuan tertentu dengan perbedaan media :
 
Yang Ingat                                      modus
10 %    Baca   
                           
20%    Lihat                                   verbal

30%    Dengar

50%    Lihat dan dengar                  visual

70%    Katakan

90%    Katakan dan lakukan           berbuat
 
 
Dari kerucut pengalaman belajar di atas, diketahui bahwa peserta didik akan mencapai hasil belajar 10 % dari apa yang dibaca, 20 % dari apa yang di dengar, 30 % dari apa yang dilihat, 50 % dari apa yang dilihat dilihat dan di dengar, 70 % dari apa yang dikatakan, dan 90 % dari apa yang dikatakan dan dilakukan. Kerucut pengalaman belajar di atas menunjukkan betapa pentingnya alat peraga dihadirkan untuk meningkatkan daya serap peserta didik terhadap obyek pelajaran yang sedang ia pelajari. Karena dengan adanya alat peraga peserta didik tidak hanya mendengar dari widyaiswara tentang obyek pengetahuan yang sedang ia pelajari akan tetapi ia juga bisa melihat, meraba dan mengamatinya secara langsung.
Ada beberapa langkah yang dapat ditempuh dalam pemilihan media pembelajaran. Pendapat Gagne dan Briggs yang dikutip oleh Mohammad Ali (1984: 73) menyarankan langkah-langkah dalam memilih media pengajaran yaitu: 1) merumuskan tujuan pembelajaran, 2) mengklasifikasi tujuan berdasarkan domein atau tipe belajar, 3) memilih peristiwa-peristiwa pengajaran yang akan berlangsung, 4) Menentukan tipe perangsang untuk tiap peristiwa, 5) mendaftar media yang dapat digunakan pada setiap peristiwa dalam pengajaran, 6) Mempertimbangkan (berdasarkan nilai kegunaan) media yang dipakai. 7) Menentukan media yang terpilih akan digunakan, 8) menulis rasional (penalaran) memilih media tersebut, 9) Menuliskan tata cara pemakaiannya pada setiap peristiwa, dan 10) Menuliskan script pembicaraan dalam penggunaan.media. Selaras dengan hal tersebut, Anderson (1976) menyarankan langkah-langkah yang perlu ditempuh dalam pemilihan media pembelajaran, yaitu:
1. Langkah 1: Penerangan atau Pembelajaran
Langkah pertama menentukan apakah penggunaan media untuk keperluan informasi atau pembelajaran. Media untuk keperluan informasi, penerima informasi tidak ada kewajiban untuk dievaluasi kemampuan/keterampilannya dalam menerima informasi, sedangkankan media untuk keperluan pembelajaran penerima pembelajaran harus menunjukkan kemampuannya sebagai bukti bahwa mereka telah belajar.

2. Langkah 2: Tentukan Transmisi Pesan
Dalam kegiatan ini kita sebenarnya dapat menentukan pilihan, apakah dalam proses pembelajaran akan digunakan ‘alat bantu pengajaran’ atau ‘media pembelajaran’. Alat bantu pengajaran alat yang didesain, dikembangkan, dan diproduksi untuk memperjelas tenaga pendidik dalam mengajar. Sedangkan media pembelajaran adalah media yang memungkinkan terjadinya interaksi antara produk pengembang media dan peserta didik/pengguna. Atau dengan kata lain peran pendidik sebagai penyampai materi pembelajaran digantikan oleh media.

3. Langkah 3: Tentukan Karakteristik Pelajaran
Asumsi kita bahwa kita telah menyusun disain pembelajaran, dimana kita telah melakukan analisis tentang mengajar, merumuskan tujuan pembelajaran, telah memilih materi dan metode. Selanjutnya perlu dianalisis apakah tujuan pembelajaran yang telah ditentukan itu termasuk dalam ranah kognitif, afektif atau psikomotor. Masing-masing ranah tujuan tersebut memerlukan media yang berbeda.

4. Langkah 4: Klasifikasi Media
Media dapat diklasifikasikan sesuai dengan ciri khusus masing-masing media. Berdasarkan persepsi dria manusia normal media dapat diklasifikasikan menjadi media audio, media video, dan audio visual. Berdasarkan ciri dan bentuk fisiknya media dapat dikelompokkan menjadi media proyeksi (diam dan gerak) dan media non proyeksi (dua dimensi dan tiga dimensi). Sedangkan jika diklasifikasikan berdasarkan keberadaannya, media dikelompokkan menjadi dua yaitu media yang berada di dalam ruang kelas dan media-media yang berada di luar ruang kelas. Masing-masing media tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan bila dibandingkan dengan media lainnya.

5. Langkah 5: Analisis karakteristik masing-masing media
Media pembelajaran yang banyak macamnya perlu dianalisis kelebihan dan kekurangannya dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Pertimbangan pula dari aspek ekonomi dan ketersediaannya. Dari berbagai alternatif kemudian dipilih media yang paling tepat.

Menjaga Kesehatan Mental

menjaga kesehatan mentalKesehatan mental adalah salah satu bagian penting dari kehidupan kita. Namun, seringkali kesehatan mental diabaikan oleh kebanyakan orang. Mereka berfokus pada kesehatan fisik saja misalnya dengan berolahraga, menjaga pola makan dan berbagai kegiatan lainnya. Padahal, kesehatan mental dapat berpengaruh bukan saja terhadap kehidupan sehari-hari, tetapi juga terhadap masa depan. Kesehatan mental yang baik diperlukan agar dapat menjalani kehidupan harian dengan baik dan menghasilkan masa depan yang baik pula. Orang tua terutama wajib menanamkan kesehatan mental yang baik bagi anak mereka sehingga di kemudian hari, anak tersebut juga dapat menjaga kesehatan mentalnya. Apa saja hal penting yang perlu diperhatikan dan dilakukan untuk menjaga kesehata mental?

Tips Menjaga Kesehatan Mental

- Ibadah
Kesehatan mental sangat berhubungan dengan kebutuhan rohani. Oleh karena itu, hal yang paling penting untuk dilakukan dalam menjaga kesehatan mental adalah dengan beribadah. Ibadah yang disertai doa adalah cara efektif dalam mengatasi masalah kesehatan mental.
- Apresiasi karya seni
Lukisan, musik, tarian serta berbagai bentuk apresiasi karya seni lainnya dapat memberikan kesegaran pikiran. Selain menikmati, membuat karya seni itu sendiri untuk dapat dinimkati oleh orang lain juga berpengaruh dalam kesehatan mental, yakni membangun kepercayan dan harga diri seseorang. Pilihan musik yang baik untuk menjaga kesehatan mental adalah musik yang lembut, sebab musik keras serta hingar bingar justru akan menjadi beban mental. Ada pula jenis musik yang dapat menekan perasaan sehingga merusak mental.
- Rekreasi
Berkutat dalam pekerjaan dapat menguras otak. Itulah sebabkan kita hendaknya menyisihkan setidaknya satu ataupun setengah hari dalam seminggu untuk menikmati rekreasi. Namun, tidak semua rekreasi bermanfaat untuk kesehatan mental. Rekreasi yang paling baik adalah yang berhubungan dengan alam seperti misalnya memandang keindahan alam atau menikmati pantai.
- Cinta dan kasih sayang
Memberikan serta menerima kasih sayang akan memberikan sukacita dan membangun rasa percaya diri dan sifat baik lainnya. Oleh karena itu, para orang tua sebaiknya memberikan perhatian dan bentuk kasih sayang yang cukup pada anak mereka.
- Pengaruh Lingkungan
Lingkungan pun pengaruhnya besar dalam menjaga kesehatan mental. Lingkungan yang baik akan menghasilkan kondisi mental yang baik pula. Karena itu, ikut dalam komunitas yang menghasilkan dukungan dan rutin berpartisipasi di dalamnya akan menghasilkan pikiran yang positif dalam diri kita, membantu mengatasi masalah dalam hidup dan menjaga mental.
- Menghindari hiburan yang merusak pikiran
Percayalah apa yang kita lihat dan nikmati, mempengaruhi pikiran dan tindakan kita sehari-hari. Karena itu, tontonan yang bersifat tidak baik juga akan mengganggu kesehatan mental, misalnya film kekerasan, video atau game online kekerasan, serta pornografi. Memang, kelihatannya hiburan demikian bersifat menghibur, namun pada akhirnya memberikan emosi negatif dalam keseimbangan jiwa seseorang, bahkan menyebabkan depresi.
- Membangun diri
Membangun diri dapat menjaga kesehatan mental dengan menata diri kita sendiri. Bangun kebiasaan diri yang baik misalnya dengan tidak menunda pekerjaan, meningkatkan sifat rajin, dan lain-lain
- Olahraga dan nutrisi
Ya, olahraga dan pola makan yang baik pun bukan hanya untuk menjaga kesehatan fisik tetapi juga menjaga kesehatan mental. Jadi, lakukan olahraga teratur dan jaga nutrisi  yang cukup sebagai asupan bagi tubuh,
Kesehatan mental yang baik akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik dan bahkan sangat dibutuhkan oleh orang lain di sekitarnya. Karena itu, mari menjaga kesehatan mental dengan berbagai tips di atas!

Dampak Positif dan Negatif Internet

Dampak Positif dan Negatif Internet
Artikel Bahasa Indonesia – Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan internet sudah merupakan ‘makanan’ sehari – hari dalam kehidupan, baik tua maupun muda. Bila anda mundur kembali ke 20 tahun silam, pada masa itu masyarakat masih mengandalkan media seperti televisi, surat kabar, radio yang tentunya masih memiliki keterbatasan akan keleluasaan informasi. Dengan berkembangnya internet serta dididirikannya perusahaan raksasa Yahoo (1994) dan Google (1998). Mengenai sejarah perkebangan internet dapat membaca artikel berikut: Sejarah Perkembangan Internet.
Tidak bisa dipungkiri keberadaan internet cukup berperan dalam memajukan pengetahuan serta membantu pemecahan akan permasalahan yang dihadapi manusia melalui informasi. Namun dengan ketersediaannya sumber informasi yang tak terbatas membuat internet memiliki dampak positif dan negatif bagi pengguna. Berikut adalah Dampak Positif dan Negatif Internet bagi pengguna:

Dampak Positif Internet

Informasi dan Pengetahuan Yang Tak Terbatas
Internet menyediakan sumber informasi yang tak terbatas selama 7 x 24 jam setiap waktu. Bahkan ketika tengah malam buta pada saat pertanyaan muncul dalam kepala anda dan tergelitik untuk mencari jawaban dari pertanyaan tersebut, anda dapat langsung mengakses internet melalui komputer, ponsel, gadget anda untuk menemukan jawabannya.

Internet Sebagai Bisnis
Banyak sekali orang yang sukses dalam menjalankan bisnis melalui internet. Pebisnis internet sukses mengakui bahwa dengan menjalankan bisnis diinternet lebih minim modal bahkan tanpa modal sekalipun dengan ceruk pasar yang lebih luas dibandingkan usaha didunia nyata. Beberapa potensi di internet yang bisa dijadikan ladang bisnis adalah: berjualan produk atau jasa secara online, iklan, afiliasi, dll.

Internet Sebagai Hiburan
Selain sebagai sumber informasi, banyak pengguna yang mengakses internet hanya untuk bermain game, mendownload lagu, menonton streaming tv online dan banyak lagi. Mereka mencari internet dengan tujuan untuk mencari hiburan sebagai wadah untuk melepas stress mereka dari aktivitas sehari – hari.

Biaya Pengetahuan Yang Murah
Tidak dapat dipungkiri, internet menyediakan akses informasi yang murah dengan segala ketidakterbatasan sumber berita dan informasi yang bisa anda dapatkan. Kendati demikian, tarif internet di luar negeri jauh lebih murah dibandingkan dengan di Indonesia.

Internet Sebagai Sarana Komunikasi Efisien
Bila kita mengingat masa 30 tahun silam, komunikasi jarak jauh yang digunakan oleh manusia kepada keluarga, sahabat ataupun kenalan saat itu adalah melalui surat, wesel (untuk mengirim uang) atau yang lebih jauh kebelakang adalah menggunakan telegram sebagai sarana pengirim pesan. Berkembang ke awak tahun 1990, komunikasi mulai berkembang dari sisi efisiensi dengan adanya telepon. Setelah internet muncul, komunikasi yang dapat dijangkau jauh lebih efisien dan praktis dengan keberadaan fungsi email, chatting, hingga voice chat yang menjangkau hingga ke seluruh dunia dengan biaya yang jauh lebih murah.

Internet Memungkinkan Anda Untuk Mengenal Orang dari Segala Penjuru Dunia
Dengan berkembangnya situs jejaring sosial, forum, blog  di internet sangat memungkinkan anda untuk mengenal orang dari segala suku bangsa dan negara dengan mudah meskipun tanpa harus bertemu secara fisik.

Internet Sebagai Keperluan Darurat
Banyak sekali hal dan contoh untuk menjelaskan hal ini dan kita akan mengambil contoh dari sebuah pengalaman yang mungkin pernah dialami oleh anda sendiri. Pernahkah suatu ketika pada saat anda berpergian namun lupa membawa alamat tujuan atau bahkan anda tidak mengetahui lokasi tujuan sama sekali? Dengan mengakses Google Maps atau informasi pada Google anda dapat menemukan alamat, no telp dengan cepat. Bahkan ketika keluarga anda tiba – tiba meminta anda untuk mengirimkan uang untuk keperluan darurat pada saat anda sedang liburan ke daerah yang tak terjangkau oleh mesin ATM dsb, anda dapat melakukan transfer uang melalui Internet Banking. Untuk beberapa keperluan, internet dapat membantu pengguna untuk keperluan yang cukup mendesak.

Dampak Negatif Internet

Informasi Yang Tak Terfilter
Sebagai wadah yang menyediakan akses informasi yang tak terbatas membuat informasi yang tersedia di internet berbaur antara informasi yang bermanfaat dan tidak membawa manfaat. Beberapa informasi yang tidak bermanfaat yang terkadang membawa pengaruh buruk bagi pengguna antara lain informasi yang bersifat pornografi, situs perjudian, kekerasan hingga informasi yang menyesatkan.

Internet Menyebabkan Kecenderungan
Banyak sekali pengguna internet yang rela menghabiskan waktu hingga seharian untuk ber-facebook ria, bermain game online dll. Kecenderungan akan internet dapat membuat orang menjadi lupa waktu serta menjadi malas. Tidak heran dewasa ini banyak sekali cafe internet ataupun warnet yang memasang tarif internet murah untuk penggunaan selama beberapa jam secara langsung.

Dampak Buruk Bagi Kesehatan
Banyak sekali orang yang tidak menyadari, terutama bagi mereka yang duduk berlama – lama menggunakan komputer dan internet dapat membawa dampak buruk terhadap kesehatan mereka, terutama jantung, otot dan aliran darah pada tubuh.

Dampak Buruk Bagi Mata
Bila anda pernah hidup pada awal tahun 90′an tentunya mengingat bagaimana anda banyak sekali bermain dan menghabiskan waktu dengan teman – teman anda dengan bermain petak umpet, kelereng, kejar -kejaran dll. Mereka tidak mengenal internet pada saat itu. Oleh karena itu dapat disimpulkan persentase anak yang memakai kacamata pada saat itu lebih sedikit dibandingkan pada saat ini. Dengan kecenderungan berlama – lama didepan komputer akan mengakibatkan menurunnya jaringan pada syaraf penglihatan.
Oleh karena itu hindarilah menatap layar monitor selama 20 detik pada setiap 15 menit untuk menghindari kelelahan pada mata yang berakhir pada menebalnya kacamata anda.

Keterbatasan Pergaulan Sosial
Banyak sekali anak muda saat ini -terutama yang masih sekolah- menghabiskan waktu mereka pada saat pulang sekolah ataupun pada akhir pekan untuk bermain internet sepanjang hari. Kecenderungan yang berat pada internet dapat berakibat pada keterbatasan pergaulan sosial secara fisik. Oleh karena itu penting bagi orang tua agar dapat menasehati secara tegas agar anak mereka tidak terjerumus pada kecenderungan internet yang parah.

Kejahatan dan Penipuan
Salah satu dampak negatif internet adalah sebagai wadah untuk berbuat kejahatan dan penipuan secara terselubung. Banyak sekali orang yang tertipu terhadap toko online palsu ataupun kejahatan secara fisik yang memanfaatkan situs jejaring sosial sebagai sarana mereka.

Kebebasan Yang Berlebihan
Dengan perkembangan internet yang ditunjang oleh peralatannya saat ini memungkinkan pengguna untuk memperkaya komunikasi menjadi lebih interaktif dan canggih. Hal ini terkadang dapat membawa dampak negatif bila digunakan secara salah. Sebagai salah satu contoh adalah kegiatan Sex Cam atau yang secara sederhana dijelaskan sebagai hubungan seksual jarak jauh dengan memanfaatkan kamera chatting dengan orang lain ditempatnya masing – masing.
Dengan beberapa dampak positif dan negatif internet ada baiknya agar kita dapat memaksimalkan sumber daya yang membawa manfaat bagi kita serta membuang jauh hal – hal yang dapat merugikan bagi kita dan masa depan kita. Karena internet dapat membantu anda sekaligus merugikan anda, membuat anda menjadi orang cerdas juga sebaliknya.

Bertutur Kata Baik + Berbuat Baik = Kebahagiaan Diri

 

Pada suatu ketika, hiduplah seorang wanita tua, bertubuh gemuk dengan senyum jenaka di sela – sela pipinya yang bulat, duduk menggelar nasi bungkus dagangannya. Segera saja beberapa pekerja bangunan dan kuli angkut yang sudah menunggu sejak tadi mengerubungi dan membuatnya sibuk meladeni. Bagi mereka menu dan rasa bukan soal. Yang terpenting adalah harganya yang luar biasa murah!
Hampir – hampir mustahil ada orang yang bisa berdagang dengan harga sedemikian rendah. lalu apa untungnya? Wanita itu dengan terkekeh menjawab; “Bisa numpang makan dan beli sedikit sabun” Tapi bukankah ia bisa menaikkan harga sedikit saja? Sekali lagi ia terkekeh sambil menjawab lagi; “Lalu bagaimana kuli -kuli itu bisa beli jika harga terlalu mahal? Siapa yang mau menyediakan sarapan buat mereka? Sementara upah mereka tidaklah besar. Mereka punya keluarga, sanak saudara, orang tua. Dengan meringankan penderitaan mereka, bukankah telah membahagiakan mereka secara bersamaan?”Ucap si wanita sembari menunjukkan para lelaki yang kini berlompatan ke atas truk pengantar mereka ke tempat kerja. Ah! Betapa cantiknya, bila sebongkah misi hidup dipadukan dalam sebuah kerja. 

Orang – orang yang memahami benar kehadiran karyanya, sebagaimana wanita tua di atas, yang bekerja demi setitik kesejahteraan hidup manusia, adalah tiang penyangga yang menahan langit agar tak runtuh. Merekalah beludru halus yang membuat jalan hidup yang tampak keras berbatu ini menjadi lembut bahkan mengobati luka. Bukankah demikian tugas kita dalam kerja, yaitu menghadirkan secercah kesejahteraan bagi sesama.
Kebaikan perbuatan dan kata – kata seseorang tak akan pernah dilupakan oleh sesama. Seberapa baik dan jahatnya perbuatan anda, akan menerima respons dan balasan positif dan negatif dalam perjalanan anda kelak. Bila anda sulit menemukan kebahagiaan dalam hidup. Cobalah cara berikut, pergilah ke suatu tempat yang dapat menarik emosi iba anda terhadap seseorang, entah orang yang sedang dirudung kesedihan, kesusahan, kepedihan dalam hidup. Lalu, berikan sedikit saja pada mereka, apapun itu! pakaian bekas anda, secuil uang anda! Sebungkus makanan! Apapun itu…

Jangan kaget bila si penerima akan menerima dengan penuh rasa syukur yang mendalam! Bahwa betapa beruntungnya mereka pada saat itu. Bahkan tak sedikit yang akan menerima dengan haru. Meskipun pemberian anda tidak lah besar atau seberapa, namun anda akan merasakan kebahagiaan yang luar biasa dalam diri anda melihat bagaimana orang itu juga bisa berbahagia karena anda. Percayalah, bahwa Membantu Seseorang, Melepaskan penderitaan seseorang akan membawa kebahagiaan besar baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Bawalah kebiasaan menolong ke dalam kehidupan anda, dengan demikian hidup anda akan selalu berkecukupan akan rasa bahagia. Orang yang berbahagia adalah orang yang tak memiliki kekurangan dalam menjalani kehidupan.

Pada sebuah kisah berikutnya akan disuguhkan satu lagi cerita renungan akan keburukan. Semoga bisa membuka pikiran kita yang ingin hidup lebih berbahagia lagi ditengah kehidupan bermasyarakat saat ini. 

Kisah Paku Yang Melukai Diri
Pada suatu ketika, terdapat seorang anak lelaki yang sangat temperamental. Untuk mengurangi kecenderungan pemarahnya, ayah sang anak memberi anaknya sekantong paku sembari menyampaikan kepada anaknya agar memantek sebatang paku setiap kali dirinya sedang emosi / marah.

Pada hari pertama saja, anak itu sudah memantekkan 48 batang paku ke pagar belakang yang mencerminkan jumlah kali ia marah dalam satu hari itu. Seiring dengan berjalannya hari, jumlah paku tersebut berkurang sedikit demi sedikit. Dia menyadari bahwa ternyata lebih mudah menahan amarah yang sebentar saja ketimbang memantek paku – paku besar ke pagar belakang. Sehingga paku – paku pun berkurang sedikit demi sedikit hingga pada suatu hari anak itu berhasil mengendalikan amarahnya untuk tidak marah sama sekali dalam satu hari!

Lalu ia melaporkan hal ini kepada ayahnya yang selanjutnya memberikan ‘tugas baru’ untuk mencabuti satu paku untuk setiap kali dirinya berhasil menahan emosi, entah karena olokan teman – temannya, dsb. Hari kembali berlanjut dimana sang anak tersebut akhirnya mampu menyelesaikan ‘tugas’ nya tersebut lalu melaporkan keberhasilannya.

Sang ayah memuji pencapaian sang anak yang ternyata berhasil lalu mengajak sang anak berjalan menghampiri pagar – pagar itu sambil berkata: “Kau telah berhasil dengan baik anakku, tetapi… lihatlah lubang – lubang di pagar ini. Pagar ini tak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya”
“Ketika anda mengatakan sesuatu, mengucapkan sesuatu, melakukan sesuatu dalam kondisi kemarahan. Kata – katamu akan menginggalkan bekas, layaknya lubang di pagar ini! tepatnya di hati orang lain..” lanjut ayahnya.
“Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu kembali. Akan tetapi tak peduli beberapa kali kamu minta maaf, karena bekas luka itu akan tetap ada, baik secara kasat maupun tak kasat. Dan luka – luka akibat ucapan dan cacian adalah sama buruknya seperti halnya luka fisik” ucap ayahnya menutup pembicaraan.
—–
Demikianlah artikel motivasi dan inspirasi mengenai Renungan Bukti Kebaikan & Keburukan. Semoga bermanfaat :-)

Tips & Cara Untuk Meningkatkan Daya Ingat Anda

Meningkatkan Daya Ingat 
Artikel Bahasa Indonesia ( Artikel Kesehatan ) – Apakah anda adalah seorang yang pelupa? Daya ingat adalah sesuatu yang penting dimiliki oleh manusia dalam menjalani hidup dan persoalan. Barangkali dapat diandaikan ketika kita menghadapi banyak permasalahan yang kemudian memerlukan kita untuk mengingat hal tersebut tentunya akan sangat frustasinya kita ketika kita hendak mengingat sesuatu terasa sangat sulit untuk mengingatnya kembali, terlebih jika hal tersebut adalah hal yang penting bagi anda.
Bila anda adalah seorang pelupa, beberapa tips dan cara berikut ini dapat anda lakukan untuk Meningkatkan daya ingat anda agar tidak mudah ‘pikun’ sehingga ingatan anda akan tetap tajam.

Tips & Cara Untuk Meningkatkan Daya Ingat Anda

 Masukkan Porsi Olahraga ke dalam Hidup Anda

Menurut penelitian, olahraga teratur dapat memberikan kebugaran serta melancarkan peredaran darah dan nutrisi ke otak sehingga membuat daya kerja otak anda menjadi selalui maksimal. Selain itu olahraga juga dapat meningkatkan kebugaran tubuh.

Istirahat Cukup

Kondisi fisik yang lelah ditambah dengan kondisi stress akan membuat manusia menjadi sulit berkonsentrasi dan pelupa yang dikarenakan oleh tidak maksimalnya fungsi otak. Hal ini berujung pada menurunnya daya ingat. Otak menyimpan berbagai macam informasi, namun dikarekankan oleh kondisi fisik dan mental yang terbatas akan membuat informasi yang tersimpan didalam memori otak menjadi hilang begitu saja.

Waspadai Suplemen / Vitamin Penambah Daya Ingat

Dewasa ini terdapat bermacam-macam jenis dan merek suplemen untuk meningkatkan daya ingat di pasaran. Perlu diperhatikan bahwa para ilmuwan tidak pernah secara tegas menyebutkan bahwa suplemen penambah daya ingat tersebut adalah dianjurkan. Bila anda memang ingin ataupun sudah terlanjur mengkonsumsikan suplemen demikian, harap dapat dikonsultasikan kembali dengan dokter anda.

Meningkatkan Daya Ingat – Minimalkan Stress Anda!

Sebagai manusia yang menjalani hidup tentunya tidak terlepas dari stress. Sehingga tingkat stress yang dihadapi oleh setiap manusia juga berbeda satu sama lainnya. Kondisi stress yang berlebih dapat melemahkan daya ingat anda. Solusi untuk meminimalkan stress anda adalah dengan melakukan kegiatan-kegiatan untuk mengalihkan stress anda seperti, meditasi, yoga, olahraga, atau jalankan hobby anda dikala stress mengganggu anda.

Perhatikan Obat-Obatan Yang Anda Konsumsi

Menurut ilmu kedokteran terdapat beberapa jenis zat yang terkandung didalam obat yang dapat menurunkan daya ingat anda, seperti antidepressant, antihistamin serta beberapa jenis obat darah tinggi. Harap diperhatikan agar meminta resep dokter untuk obat-obat tersebut untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut.

Bermain Game lah!

Penetian menunjukkan bahwa dengan bermain game, seperti puzzle, teka-teki silang, playstation, catur dsb dapat meningkatkan daya ingat anda agar tidak lekas menua. Permainan tersebut akan membuat pikiran anda tetap bekerja.

Teruslah Belajar!

Bila anda merasa bahwa kemampuan daya ingat anda semakin menurun, anda dapat meningkatkan kembali dengan membiasakan diri membaca atau belajar. Silakan baca artikel apapun yang menggugah minat anda untuk membacanya. Bila anda ingin berupaya lebih jauh, tentu saja anda boleh (jika menghendaki) mengambil kursus seperti bahasa, seminar, kegiatan belajar lainnya. Cara paling sederhana untuk melatih atau mempertahankan daya ingat anda adalah memulainya dengan hal kecil seperti mengingat nomor telepon, angka sederhana, password dsb.

Kembangkan Optimistis Pada Diri Anda

Optimistis akan membawa hal positif baik bagi kehidupan anda maupun keadaaan mental anda yang tentunya akan berpengaruh langsung kepada pikiran anda. Dengan kondisi positif seperti ini akan membuka ruang dipikiran anda  untuk selalu berpikiran jernih dan bahagia. Hal tersebut akan membantu anda menurunkan stress dalam hidup anda yang merupakan salah satu sebab menurunnya daya ingat anda.

Cara Berhenti Merokok

Penelitian menunjukkan bahwa 90% dari mereka yang kecanduan rokok ingin berhenti merokok.  Dari tiga perokok yang mencoba untuk berhenti merokok, hanya satu orang yang berhasil.  Ini berarti bahwa dari mereka yang mencoba berhenti merokok hanya 33% yang berhasil.  Mengapa begitu sedikit? Karena memang merokok dapat menjadi suatu kebiasaan yang sulit untuk dilepaskan jika si perokok telah kecanduan.

Hal apa yang menentukan keberhasilan seseorang dalam usahanya untuk berhenti merokok? Satu hal yang pasti adalah faktor kemauan.  Seseorang telah 50% berhasil jika dia benar-benar ingin terlepas dari kebiasaan merokok.  Akan tetapi, mempertahankan keinginan tersebut tidaklah semudah mengatakannya.  Dengan demikian, seseorang perlu benar-benar berniat dan yakin sepenuhnya bahwa sangatlah perlu baginya untuk berhenti merokok, serta yakin bahwa dia akan berhasil.
tips berhenti merokok

Ada berbagai cara untuk berhenti merokok dan termasuk di antaranya adalah hipnotis dan bahkan akupuntur.  Namun, dua cara yang paling umum adalah dengan berhenti secara berangsur-angsur, atau secara sekaligus. Seseorang dapat menghilangkan kebiasaan merokok secara berangsur-angsur dengan mengurangi jumlah rokok yang diisapnya hari demi hari selama berbulan-bulan.  Hal ini dapat terbukti sangat menyiksa karena tubuh akan “lapar” nikotin dalam waktu yang cukup lama sehingga kurang efektif.

Ada juga yang mencobanya dengan menggantikan rokoknya dengan rokok yang rendah nikotin dan tar.  Ini pun tidak akan banyak menolong sebab tanpa sadar ia akan mengisap rokok baru itu lebih dalam dan lebih banyak.

Cara yang terbaik, untuk berhenti merokok adalah dengan mengurangi jumlah rokoknya dalam beberapa minggu, lalu berhenti total selama tiga bulan.  Metode inilah yang akan kita bahas di sini.  Metode ini dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap berhenti berangsur-angsur, lalu tahap berhenti total.  Apakah Anda sudah siap? Baik, marilah kita mulai.

Tahap persiapan awal untuk berhenti merokok:

  • Tuliskan semua bahaya yang dapat ditimbulkan oleh rokok bagi kesehatan Anda.
  • Terimalah bahwa semua bahaya di atas mengancam setiap perokok tanpa terkecuali.
  • Buatlah satu daftar yang berisikan semua keuntungan yang dapat diperoleh dari berhenti merokok.
  • Terimalah bahwa keuntungan-keuntungan di atas lebih besar daripada kenikmatan yang diperoleh dari rokok itu.
  • Tentukanlah tanggal dimana Anda akan mulai berhenti total.

Tahap berhenti merokok secara perlahan-lahan


Semua kegiatan untuk tahap selanjutnya, yaitu tahap berhenti berangsur-angsur dapat Anda lakukan selama 30 hari sebelum berhenti total:
Untuk hari pertama jatahlah rokok Anda lebih sedikit daripada hari sebelumnya, hari kedua lebih sedikit daripada hari pertama dan selanjutnya sehingga rokok yang Anda isap semakin hari semakin berkurang.  Untuk ini, anjuran-anjuran berikut akan dapat menolong Anda.

(1)    Pada hari pertama tundalah rokok pertama Anda hari itu selama 15 menit, lalu 15 menit lagi lebih lama setiap hari berikutnya.

(2)    Jangan langsung menyulut rokok Anda sewaktu timbul keinginan merokok.  Alihkan perhatian Anda kepada hal lain yang menuntut perhatian aktif seperti meminum air, memulai percakapan dengan rekan kerja Anda, dan sebagainya.

(3)    Setelah selesai makan, segera tinggalkan meja makan lalu pergi berjalan-jalan ke luar atau menyikat gigi Anda.

(4)    Matikan rokok Anda setelah setengah habis.

(5)    Jangan kosongkan asbak Anda sampai seminggu, lalu kosongkan isinya ke dalam gelas kaca.  Kumpulkan puntung rokok ini sampai satu bulan.  Puntung rokok yang “basi” akan kurang sedap dipandang.

(6)    Bungkuslah rokok Anda dengan kertas lalu simpan di tempat yang tidak mudah dijangkau.

(7)    Cobalah merokok dengan tangan yang tidak bisa Anda gunakan.

(8)    Tentukan periode waktu “tanpa rokok” lalu secara berangsur-angsur perpanjang waktu ini.
  • Selalu pilih “no smoking area” sewaktu berpergian dengan kereta api atau kapal terbang.
  • Hentikan segala kegiatan Anda sewaktu merokok, sekalipun sewaktu Anda sedang mengemudi mobil.  Pusatkan pikiran Anda pada rokok yang sedang Anda hisap.
  • Berolahragalah lebih banyak dan lebih sering.  Lama-kelamaan Anda akan lebih ingin berhenti merokok.
  • Dapatkan dukungan moril dari seseorang yang mendukung rencana Anda.  Misalnya, seseorang yang juga sedang berusaha berhenti merokok.

Tahapan berhenti merokok secara total


Untuk tahap berhenti total, selalu ingatkan diri Anda bahwa Anda sedang memasuki awal kehidupan yang bersih dari rokok gantinya memandangnya sebagai akhir status Anda sebagai perokok.  Dengan kata lain, pandanglah bahwa Anda sedang menambahkan sesuatu yang baik dalam kehidupan Anda gantinya sedang mengurangi sesuatu yang telah Anda nikmati selama ini.  Perkuat kemampuan Anda dengan merenungkan kembali keuntungan-keuntungan yang akan Anda peroleh setelah berhenti merokok, lalu,..............
  • Sediakan sebuah kalender untuk penjadwalan 90 hari pertama tanpa rokok.  Lalu coretlah setiap hari yang Anda telah lalui tanpa rokok.
  • Buang semua rokok dan benda yang berhubungan dengan rokok seperti asbak, pipa, korek api, dan sebagainya.
  • Hindarilah makanan dan minuman yang biasa Anda makan atau minum sewaktu merokok.
  • Usahakanlah agar Anda selalu sibuk.
  • Pusatkan pikiran Anda pada usaha Anda untuk tidak merokok selama satu hari itu saja gantinya pada ke sekian puluh hari lagi yang harus Anda tempuh tanpa rokok.
  • Buat diri Anda sibuk melakukan segala kegiatan di kantor maupun di luar kantor.
  • Buatlah jari-jari Anda sibuk dengan memegang pulpen, penjepit kertas, kalkulator, dan sebagainya.  Pada saat mulut Anda terasa “gatal” kunyahlah permen, permen karet, atau bahkan sayur mentah seperti wortel, dan sebagainya.
  • Jika Anda mulai merasa tidak sanggup lagi menahan keinginan merokok, tarik napas panjang-panjang beberapa kali, nyalakan korek api kemudian tiup pelan-pelan sampai mati lalu tekan korek tersebut ke dalam asbak sebagaimana Anda mematikan puntung rokok.
  • Jangan menganggap enteng kemampuan sebatang rokok dalam menggagalkan jerih payah Anda.  Jangan hiraukan kata hati Anda yang mengatakan “Ah, hanya sebatang saja, toh nanti saya akan berhenti total setelah itu.”  Jikalau memang akhirnya Anda telah terperdaya, jangan putus asa.  Mulailah kembali usaha Anda untuk berhenti setelah itu.

Jangan lupa bahwa hanya dalam tempo 6 jam setelah berhenti merokok, tubuh Anda akan mengalami proses-proses perbaikan.

Tiga atau empat hari setelah berhenti merokok, darah akan bersih dari nikotin.  Bagi para perokok berat, proses pembersihan ini memerlukan waktu yang lebih lama dari itu.  Sekali nikotin ini tercuci bersih, maka kecanduan fisiologis pun akan hilang.  Akan tetapi, kecanduan psikologis boleh jadi tetap bertahan.

Masa-masa yang paling sulit dilalui adalah hari ketujuh sampai hari kesepuluh setelah berhenti merokok.  Beberapa “mantan perokok” akan memulai merokok kembali pada waktu ini.  Pada hari pertama boleh jadi Anda akan merasa lebih sengsara daripada yang Anda harapkan.  Banyak orang akan mengalami perubahan dalam kebiasaan membuang air besar, “mulut asam”, cepat marah, dan sebagainya.  Sekali lagi kuatkan kemauan Anda.  Ingatlah bahwa hal-hal ini hanya bersifat sementara.
Salah satu kenikmatan yang paling besar yang akan Anda rasakan setelah berhenti merokok adalah: Anda telah merdeka dan dapat mengontrol kehidupan Anda sendiri.